TENTANG AYAH
Ayah..
Itu adalah panggilan kesayanganku buat Kakek...
Sore itu,, 16 Juni 2010..
Ketika itu adalah minggu tenang setelah ujian semester ke 4, namun masih belum ada izin untuk meliburkan diri..
Tiba-tiba datang telfon dari kampung.. Tempat Ayah dan Nenek tinggal..
Dan di telfon itu nenek bilang ke Mama, "Nak, ayah nyuruh kamu pulang.. Ayah rindu kamu, Yuni, Harry dan Tas (papa saya) nak.. Ayah sedang dalam kondisi yang tidak sehat.." Lalu kala itu mama menjawab, "iya ma.. Saya akan urus izin Yuni dan Harry,, lalu meliburkan les di rumah dan pulang ma.. Bilang sama papa supaya sabar sebentar yaa ma." Dan percakapan pun berhenti disitu..
Malamnya,, aku, adekku, mama dan papa nelfon ke Ayah dan Nenek di kampung..
Jujur aku sangat menanti hari libur karena di hari libur itu aku bisa bertemu dengan Ayah dan Nenek. Dan aku sangaaatt merindukan beliau..
Aku tak menyangka malam ini adalah malam terakhir kami mendengar suara dan nasihat Ayah..
Dengan suaranya yang khas dan kedengaran pelan,, Ayah berpesan untuk terakhir kalinya padaku..
"Nak,, Jadilah anak yang solehah,, patuh sama mama papa,, bimbing adek buat jadi anak yang baik juga.. Seandainya Ayah sudah tiada,, Jaga juga Nenek. Walaupun Yuni perempuan, Yuni harus bisa jaga keluarga Yuni.. Sholat dan baca Alqur'an jangan pernah ditinggalkan.. Maaf ayah cuma bisa meninggalkan Ilmu dan nasihat untuk Yuni,, Untuk Harry.. Jaga kesehatan ya nak.."Mataku sudah berembun,, dan bersiap menjatuhkan air matanya yang sudah tak terbendung.. Ya Allah,, jangan ambil Ayah terlalu cepat, Sembuhkanlah ayah yaa Allah,, dan jangan jadikan ini sebagai yang terakhir kalinya yaa Allah..
17 Juni 2010..
Paginya mama sudah mengurus izin untuk libur selama beberapa hari..
Siangnya aku ingin menelpon Ayah,, menanyakan kabar ayah.. Namun yang mengangkat telpon hanya nenek.. "Ayah sudah mendingan.. Beliau lagi mandi,, hati-hati besok yaa nak.."..
Seandainya aku tau kalau ayah akan pergi keesokan harinyaa.. aku akan pergi saat itu juga,, atau menelpon ayah sepuasnyaa.. mendengarkan suara ayah yang khas itu..
Jum'at,, 18 Juni 2010,, 04.45 WIB
Azan Subuh berkumandang syahdu.. Kami sudah bersiap berangkat menuju Batang Kapas, Pesisir Selatan.. Tujuan pulangku yang kedua.. Sembari mengambil wudhu', Wajah ayah terlintas dalam pikiranku.. Apakah Ayah sudah bangun,, bagaimana keadaan Ayah sekarang,, Bagaimana reaksi ayah ketika kami sudah berada di dekat Ayah nanti.. Dan itu menari-nari dalam pikiranku..
Namun selepas azan,, Telpon berbunyi.. Aku bisa merasakan nyeri di bagian jantung.. berdetak lebih cepat dari biasanya.. Entah apa yang sedang dibicarakannya ditelpon itu aku tak mengerti,, namun ketika kata "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un" terdengar,, aku membeku.. "Nak,, Papa sudah duluan,, Papa pergi bersamaan dengan azan Subuh berkumandang nak,, Papa sudah tenang.. Maafkan semua kesalahan papa yaa nak..".. Begitulah kalimat yang terucap dari Nenek..
Dan rasa Nyeri di Jantungku menghilang seiring dengan dikumandangkannya Iqamah subuh itu..
Selamat Jalan Ayah...
Dan segera saja,, kami berangkat ke kampung.. Bukan dengan tujuan untuk berlibur atau menjenguk ayah,, tetapi dengan tujuan menghantarkan ayah ke tempat peristirahatan terakhirnya..
Aku terpaku di depan jenazah Ayah.. Melihat wajah ayah yang damai dan sunggingan senyum ayah yang khas,, membuat aku tersenyum dan menangis dalam waktu bersamaan.. Ayah sudah tenang di sisi Allah.. Biarlah Ayah pergi,, agar sakit yang diderita ayah hilang,, agar ayah tidak perlu memikirkan hal-hal lain yang akan membuat beliau sakit lagi.. Hanya ada senyuman dan kebahagiaan..
Setelah kulantunkan doa dan bacaan ayat suci Alquran disisi Ayah,, aku bisikkan sesuatu di telinga ayah "ayah teruslah tersenyum seperti ini.. beristirahatlah dengan tenang ayah..Yuni sama Harry nggak akan ngejahilin ayah lagi dalam tidur ayah.. tidur yang tenang ayah.. "
Dan itulah saat terakhir kalinya kami bersama ayah hinggia di tempat peristirahatan terakhir Ayah..
Ayah apa kabar?? Rindukah ayah dengan kami?? Sehatkah ayah disana?? Bahagiakah ayah disana?
Kami rindu Ayah.. Liburan kami tanpa tujuan sekarang.. Bulan Ramadhan dan lebaran pun tersa sedikit kosong ayah,, :")
Sudah 4 tahun ayah pergi,, sudah tahun kelima kami berpuasa dan lebaran tanpa ayah
Yahh, sekarang cucu-cucumu sudah besar yahh..
Ayah sekarang sudah seperti apa?? Apakah masih tampan,, dan senyum ayah masih sama kah?
Kapan kita Sholat berjamaah lagi yah? Kapan kita duduk santai di kursi merah panjang yang ayah buat waktu itu? Kapan kita olahraga pagi lagi ayah??
Ayah tau tidak?? Buah mangga yang ayah tanam waktu itu berbuah lagi.. Rasanya sedikit berbeda karena nggak dimakan bareng ayah..
Oh iyaa,, Harry udah makin tinggi loh yahh.. katanya dia mau seperti ayah.. Dia pengen jadi datuk seperti Ayah..
Hmmm.. Dan rasanya tetap sama..
Serasa ayah masih berada di dekat kami..
Istirahat yang tenang ayah.. :")
Kami sangat merindukan ayah..
We'll see you again.. :")
18 JUNI 2014
SURAT UNTUK AYAH